Media China Soroti Reshuffle Prabowo, Sorotan ke Pencopotan Sri Mulyani dan Kontroversi Purbaya
Keputusan Presiden Prabowo Subianto melakukan reshuffle kabinet pada Senin (8/9/2025) menuai perhatian internasional, termasuk dari media Hong Kong, South China Morning Post (SCMP). Media tersebut menyoroti pencopotan sejumlah pejabat penting seperti Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menko Polhukam Budi Gunawan, serta pembentukan Kementerian Haji dan Umrah yang kini berdiri sendiri.
Selain itu, beberapa menteri lain juga diganti, antara lain Menteri Pemuda dan Olahraga Dito Ariotedjo, Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi, serta Menteri Perlindungan Pekerja Migran Abdul Kadir Karding. Perombakan ini, menurut Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, dilakukan berdasarkan evaluasi presiden demi kepentingan bangsa.
SCMP mengaitkan reshuffle ini dengan gelombang demonstrasi besar yang melanda Indonesia. Aksi protes awalnya dipicu kebijakan tunjangan perumahan parlemen, namun berkembang menjadi simbol ketidakpuasan publik atas ketimpangan ekonomi dan tingginya biaya hidup. Situasi memanas setelah tewasnya seorang pengemudi ojek saat aksi di Jakarta, yang memicu bentrokan dan tindakan represif aparat.
Langkah Prabowo disebut memiliki pesan politik kuat. Empat dari lima menteri yang diberhentikan merupakan tokoh era Presiden Joko Widodo, yang dinilai sebagai upaya Prabowo memperkuat barisan loyalis untuk menjalankan programnya.
Perhatian publik juga tertuju pada Menteri Keuangan baru, Purbaya Yudhi Sadewa, yang menimbulkan kontroversi sehari setelah dilantik. Ia menyebut protes hanya berasal dari “sebagian kecil masyarakat” dan optimistis pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 8%. Pernyataannya menuai kritik luas, memaksanya meminta maaf dan berjanji fokus bekerja.
Sejumlah ekonom menilai target pertumbuhan tersebut sulit dicapai tanpa reformasi mendasar. Gumilang Sahadewo dari Universitas Gadjah Mada menekankan perlunya perbaikan sumber daya manusia, tata kelola, dan kebijakan yang lebih efektif untuk mencapai ambisi itu.
