-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Polisi Tetapkan 29 Tersangka Kasus Pembakaran DPRD Sulsel dan Makassar

Kamis, 04 September 2025 | 20.17 WIB | 0 Views Last Updated 2025-09-04T13:17:04Z

Polisi Tetapkan Puluhan Tersangka Kerusuhan DPRD di Sulsel, Makassar, dan Cirebon




MAKASSAR – Berita24jam - Kepolisian menetapkan total 29 orang tersangka terkait aksi anarkis yang berujung pembakaran dan penjarahan di kantor DPRD Sulawesi Selatan (Sulsel) dan DPRD Makassar pada 29 Agustus lalu. Insiden tersebut menewaskan tiga staf DPRD.


Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Didik Supranoto, mengatakan para pelaku ditangkap di berbagai lokasi oleh tim gabungan Resmob Polda Sulsel dan Jatanras Polrestabes Makassar. Dari jumlah tersebut, 14 tersangka ditangani Polda Sulsel dan 15 tersangka oleh Polrestabes Makassar, termasuk lima anak di bawah umur. Mereka dijerat Pasal 187 KUHP tentang pembakaran dan Pasal 362-363 KUHP terkait pencurian dengan pemberatan.


Selain itu, polisi masih menyelidiki kasus kematian pengemudi ojek online Rusdiansyah alias Dandi (25) yang tewas dikeroyok saat aksi di Jalan Urip Sumoharjo, Makassar.


Sebelumnya, polisi telah menetapkan 11 tersangka dalam kasus serupa yang melibatkan pembakaran di DPRD Makassar dan DPRD Sulsel, masing-masing delapan tersangka di DPRD Makassar dan tiga di DPRD Sulsel.


Di Jawa Barat, Polresta Cirebon juga mengumumkan 28 tersangka dalam kerusuhan yang terjadi di gedung DPRD Kabupaten Cirebon dan Alun-alun Pataraksa pada 30 Agustus. Dari jumlah itu, 15 orang dewasa dan 13 remaja terlibat perusakan dan penjarahan aset DPRD, termasuk televisi, kulkas, printer, hingga kursi rapat.


Kapolresta Cirebon Kombes Pol Sumarni menyebutkan sebagian pelaku adalah pelajar SMP, SMA, mahasiswa, hingga anggota kelompok bermotor. Polisi mengungkap sebagian barang hasil jarahan sempat dijual, dan kini mengimbau agar seluruh barang dikembalikan.


Sumarni menambahkan, kerusuhan dipicu ajakan melalui media sosial yang menggerakkan massa untuk menyusup dalam aksi damai, hingga berubah menjadi tindakan anarkis. Polisi kini menelusuri aktor intelektual di balik peristiwa tersebut.

×
Berita Terbaru Update