TikTok Hentikan Sementara Fitur LIVE di Indonesia, Imbas Demo Ricuh
Pengguna TikTok di Indonesia mendadak tidak bisa menggunakan fitur siaran langsung sejak akhir pekan lalu. Keputusan ini diambil menyusul maraknya aksi demonstrasi yang berujung ricuh di sejumlah daerah.
Dalam pernyataan resminya, TikTok Indonesia menegaskan penghentian hanya bersifat sementara sebagai langkah pengamanan. Perusahaan menilai penangguhan perlu dilakukan untuk menjaga ruang digital tetap aman dan mencegah penyebaran konten provokatif. Fitur LIVE disebut akan kembali aktif setelah situasi dianggap kondusif.
Selain membatasi siaran langsung, TikTok juga meningkatkan pengawasan terhadap konten terkait aksi unjuk rasa. Materi yang melanggar panduan komunitas akan dihapus. Kebijakan ini menuai beragam respons, ada yang menilai tepat, namun tak sedikit pula yang kecewa karena kehilangan salah satu fitur interaktif utama.
Sementara itu, dinamika politik di Senayan ikut terpengaruh. DPR RI mengeluarkan edaran kerja dari rumah (WFH) bagi pegawai pada 28 Agustus 2025 menyusul demo buruh yang berujung bentrok di depan gedung parlemen. Aksi pada 25 dan 28 Agustus diwarnai pembakaran spanduk, perusakan fasilitas, hingga kendaraan dinas menjadi sasaran massa.
Kehadiran aparat lengkap dengan kendaraan taktis mengelilingi kompleks parlemen kian menambah ketegangan. Namun, tidak satu pun anggota DPR terlihat menemui massa. Situasi itu membuat aktivitas legislatif lumpuh, sejumlah rapat dibatalkan, sementara banyak anggota dewan memilih beraktivitas menggunakan mobil berpelat sipil untuk menghindari amukan demonstran.
